chapt. thirty-four -

Hampir 3 bulan Dayana menghadapi keadaan ramai seperti sekarang, saut-sautan antara satu dengan yang lainnya membuat dirinya yang tadi merasa sedikit kelabu menjadi cerah kembali, selama 2 bulan lebih kini ia telah terbiasa dengan para saudaranya yang lain, telah terbiasa bercerita dengan santai dan nyamannya, telah terbiasa dengan perilaku-perilaku manis yang ia dapatkan, dan juga telah terbiasa dengan dirinya sebegai adik mereka, kini ia sudah tidak malu lagi untuk berinteraksi dengan mereka,

“Day, pilih mau yang mana?” Ailesh menyodorkan 5 kartu dengan berbagai warna didepannya, membuat Dayana menatapnya dengan bingung,

“Pilih yang item aja Day,” ucap Avanesh yang langsung ditatap tajam oleh Domicia, Kegan dan Arvel. Ya, kelima buah kartu tersebut adalah milik Byantara, Kegan, Domicia, Arvel dan juga Aidan sebagai mas tertua yang ada diruang makan saat ini,

Dayana memilih satu kartu yang menurutnya berbeda dari yang lainnya, “ASIK!! BLACK CARD BLACK CARD,” seru Avanesh sedikit meninggikan suaranya

“Black card siapa ini?” ucap Ailesh kepada kelima masnya itu,

Kegan yang sedang meminum sirup yang dibuat oleh Byantara langsung tersedak, “Shit, punya gue anjir,” ucap Kegan yang langsung ditepuk punggungnya oleh Byantara,

“Mulut lo yaa,”

“Eh sumpah, gak mau punya Byant aja apa?” Kegan mengucapkannya seraya menatap memelas kepada Dayana,

“Gak gak, gak boleh gitu brother, curang namanya itu mah,” Aidan langsung ditatap tajam oleh Kegan seraya melayangkan tinjuan yang ia sengaja alihkan tidak mengenai Aidan,

“Uang mas Kegan kan banyak,”

“Tau, hasil gak pulang selama 4 tahun harus dimanfaatkan mas,”

“Kalo gak kadaluarsa lu,”

Basudeo, Affandra dan juga Edhan tertawa bergantian setelah mengucapkan ejekannya kepada Kegan, membuat Kegan hanya bisa menghela napasnya,

“Chat ke aku ya mas Kegan, nomor pinnya,” ucap Ailesh yang setelahnya berlalu meninggalkan para saudaranya itu,

“SEKALIAN BELANJA, DAY,”

“BELI SETOKO TOKONYA BISA YA ITU”

ucapan itu keluar dari mulut Byantara dan Aydan yang sedari tadi hanya diam memperhatikan para saudaranya

“MAMPIR GUCCI, ATAU LV DULU ENAK KALI YAA,” Domicia sengaja meninggikan suaranya membuat Kegan yang hanya diam ditempatnya mengejar Domicia hingga keluar rumah.